Catatan Hati Seorang Perantau (Lebaran Seorang Diri)

Baca artikel selengkapnya di sini!

18 thoughts on “Catatan Hati Seorang Perantau (Lebaran Seorang Diri)

  1. Selamat ya Bang akhirnya merasakan indahnya lebaran di rantau juga hahaha.
    Aku 2 kali lebaran adha dan fitri di negara nun jauh disana dan rasanya perih banget ngeliat foto keluarga dan makanan lebaran.. tapi alhamdulillah sekarang udah di rumah sendiri. Semangat Bang!
    *lanjut ngunyah opor*

  2. Addduh Ariel (baca-bang Ariel), aku selaku isteri kamu (hahaha) nangis baca tulisan ini. Dan shumaila jugaaaa menanyakan keberadaan ayahnya…”
    Btw, Itulah mengapa aku bilang bang, ternyata ketika seseorang menulis sesuatu, itu kelihatannya lebih jujur ketimbang saat dia berkata-kata dengan lidahnya.
    Ini curhatnya beneran serius bang?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s