Jokowi yang Ceplas Ceplos, Sebuah Anugerah atau Musibah

Sore itu Banda Aceh tengah di dera hujan lebat. Saya memilih berteduh di salah satu warung kopi sambil menikmati segelas teh panas dan semangkuk bakso. Ketika tengah asyik mengunyah bakso daging yang dicampur banyak tepung itu, sebuah pesan

masuk. Pesan BBM yang dikirim oleh seorang teman. Jurnalis di sebuah radio berita di Jakarta.

“Ada liat sambutan Jokowi ngak, waktu serah terima jabatan di Istana?”

Karena tengah asyik aku membalas singkat. “Yup, kenapa?”

Continue reading

Nama Asli Aceh

arielkahhari:

Nah yang mau kasih nama anak dalam bahasa Aceh

Originally posted on Blog Belajar Bahasa Aceh:

Sejak masuknya agama Islam ke Aceh, maka mulailah masyarakat Aceh memakai nama-nama Islam dan meninggalkan nama-nama sebelumnya. Walaupun demikian, sisa-sisanya masih dapat kita jumpai sampai saat ini. Baris pertahanan terakhir pemakaian nama-nama Aceh sejauh pengamatan saya adalah pada masa buyut saya (di atas kakek dan nenek saya) kira-kira akhir abad ke 19.

Namun, sekarang pemakaian nama-nama dalam bahasa Aceh mulai muncul kembali yang salah satu penyebabnya—menurut saya—adalah kemunculan Gerakan Aceh Merdeka. Sebagai contoh anak dari Gubernur Aceh saat ini, yaitu drh. Irwandi Yusuf semuanya memakai nama Aceh. Akan tetapi nama-nama dalam bahasa Aceh saat ini sudah mengalami inovasi dan kreasi baru yang pada masa-masa sebelumnya tidak pernah dijumpai.

View original 862 more words

Bandara Kamil dan Pelabuhan Bergarbarata

arielkahhari:

Pelabuhan Malahayati krueng raya Aceh Besar bisa dioptimalkan sebagai gerbang selat malaka…

Originally posted on Catatan Dahlan Iskan:

Senin, 06 Oktober 2014
Manufacturing Hope 147

“Saya pernah kehujanan saat antre imigrasi di bandara Bandung ini. Antrenya panjang sampai ke luar bangunan.

“Yang mengucapkan itu bukan orang sembarangan: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. “Setahun lagi Pak Wali Kota tidak akan malu lagi. Bandara wajah baru akan selesai dalam 12 bulan.” Yang mengucapkan ini saya.

Hari itu, pekan lalu, pembangunan terminal baru Bandara Husein Sastranegara Bandung dimulai. Waskita Karya, kontraktornya, sanggup mengerjakannya dalam 12 bulan. Dengan demikian, saat HUT kota Bandung September tahun depan, bandara baru bisa jadi kado terbaik.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri Sunoko sebenarnya sudah merencanakan pembangunannya tahun lalu. Anggarannya pun sudah siap. Tapi, urusan tukar-menukar lahan baru minggu lalu tuntas.

Bandara Bandung memang unik. Ini adalah bandara milik TNI-AU. Lokasi perluasan itu menyangkut tanah PT Dirgantara Indonesia, PT AP II, dan TNI-AU. Harus ada administrasi yang panjang untuk menyepakatinya agar tidak terjadi masalah di…

View original 810 more words

Membully Jomblo Kuburannya Sempit!

8e4b25f46d03c93ea475dd55129552ba_tMembully  jomblo kuburannya sempit!

Kalimat itu tentu saja bukan fatwa MUI apalagi hadist Nabi. Itu hanyalah ungkapan perasaan seorang teman yang kerap menjadi korban bullying. Temanku ini adalah pria mapan, baik secara umur maupun finansial. Namun sayang hingga kini doi belum juga menikah. Sempat melirik beberapa gadis tapi semua kandas di tengah jalan.

Continue reading

Catatan Hati Seorang Perantau (Lebaran Seorang Diri)

Terkadang untuk bisa mengerti dan memahami tentang perasaan seseorang maka yang diperlukan adalah berada di posisi yang sama dengan orang tersebut. Dulu aku ngak ngerti kenapa abangku bisa terpaku, diam lalu menangis saat melihat anak-anaknya berada di depan layar monitor. Sebagai karyawan sebuah bank ia pernah ditugaskan ke Madinah. Hampir dua tahun ia disana. Sesekali pulang melihat anak dan istri yang tetap berada di Banda Aceh. Selama di Arab, mereka biasa berkomunikasi melalui skype. Tapi menurut kakak iparku, tiap kali skype abangku kerap terdiam bahkan tak jarang menitikkan air mata.  Dulu aku ngak ngerti kenapa abangku bisa menangis. Namun kini aku memahaminya setelah merasakannya langsung. Ini adalah sebuah kerinduan seorang Ayah yang sulit terbendung. Lebay..? terserah orang mau bilang apa.

Continue reading

Dari Calon Petani Menjadi Presenter TV

Wawancara dengan Azwar Abubakar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara

Wawancara dengan Azwar Abubakar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara

Mungkin tidak pernah terlintas dalam pikiran saya, bisa duduk semeja bersama menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Bapak Azwar Abubakar. Berbicara hanya berdua saja. Bertukar pikiran tentang nasib bangsa ke depan. Tapi obrolan kami tidak berlangsung di cafe atau di warung kopi. Melainkan di studio. Dengan camera dan pencahayaan di setiap sudut ruang. Lalu ditambah dengan dinginnya AC yang sengaja diset untuk mengimbangi panasnya lighting.

Di lain waktu saya duduk bersama Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar. Obrolannya masih sama.  Berbincang tentang apa yang sudah dilakukan pemerintah untuk membuat masyarakat sejahtera. Jika sedang berbicara berdua seperti ini saya suka sekali bertanya tentang hal-hal yang bernada sensitif. Bertanya sebagai wakil masyarakat yang sulit bertemu dengan pejabat. Saya ingin melihat bagaimana para petinggi negeri menjawab setiap pertanyaan dengan jujur. Bukan rekayasa atau rethorika semata.

Continue reading

Gampong Prostitusi

Jika kebijakan “potong kambing” untuk pelaku khalwat atau mesum dibiarkan dan dianggap sah lalu apa bedanya antara gampong dengan lokalisasi. Bukankah lokalisasi adalah sebuah “wilayah” yang menfasilitasi setiap pasangan buat “terbang” ke bulan dengan cukup membayar beberapa rupiah saja.

Biasanya Mushalla di dekat rumah akan sunyi senyap setelah pelaksanaan shalat isya. Namun pada malam itu suasananya tampak berbeda. Lampu dari dalam mushalla tampak masih benderang. Deretan sepeda motor dan sendal yang berserakan juga masih memenuhi halaman. Saya yang kebetulan lewat seusai pulang kantor pun tertarik untuk singgah sejenak. Ternyata malam itu masyarakat sedang bermufakat untuk menyelesaikan masalah khalwat yang terjadi di salah satu rumah kost. Dalam rapat tersebut juga hadir pelaku yang berhasil diamankan pemuda.

Continue reading