TAMU LIMA TAHUN SEKALI

Entah apalagi niat suaminya setelah menjadi dewan. Beli tanah, beli rumah, nambah istri lagi mungkin. Entahlah. Tapi niat buruk selalu berbalas sama. Mau jadi dewan kok datangnya lima tahun sekali.

Pintu depan digedor sedikit keras dan berulang ulang. Hari masih pagi. Bahkan terlalu pagi untuk bertamu ke rumah orang. Tapi siapa peduli. Kalau hajat tak bisa ditunda. Semua harus diselesaikan segera.

Continue reading

3 PENGHARAPAN di 30 TAHUN

Entah dari mana semua harus dimulai. Semua serasa diaduk. Sedih, bahagia, rasa gembira dan suka cita semua menjadi satu. Usiaku genap 30 tahun. Bagi sebagian orang menyebut usia seolah melakukan kesalahan fatal. Takut dianggap wajahnya terlalu tua dibandingkan umur. Yaah syukur syukur kalau dibilang “Ngak mirip kok, kayak masih 18 tahun”. Tapi kan mustahil.

Continue reading

DARI LAJANG MENJADI JOMBLO

Saat membuka laman facebook saya menemukan sebuah quote yang amat manis.

“Rokok saja yang menjadi penyebab kematian laku keras, masa kamu penyebab kebahagiaan ngak laku laku”.

Karena menarik, kalimat tersebut saya pilih sebagai status BB. Ternyata ajaib. Penggalan kalimat sederhana itu berhasil menarik perhatian. Khususnya mereka yang hidupnya masih sendirian. Ada yang mengirimkan simbol menangis. Ada pula yang mengirim pesan langsung dengan kata ‘hahahah’ serta beragam reaksi lainnya. Yang jelas kebanyakan mereka mendadak galau.

Continue reading

MENANTI PLN TAUBAT NASUHA

Lambang PLN

Lambang PLN

Sudah hampir sebulan rakyat Aceh dipaksa hidup dalam kegelapan. Listrik yang menjadi kebutuhan dasar seolah menjadi barang mewah lagi mahal. Listrik digilir dan dijatah. Ini bukan pasal rakyat Aceh tak sanggup membayar rekening listrik. PLN beralasan jika pasokan dari Medan berkurang. Dalih sama yang selalu terucap tiap kali suplai listrik bermasalah. Apa yang dilakukan PLN memang sudah diluar batas kewajaran. PLN tanpa segan memadamkan listrik dua hari sekali, sehari sekali, bahkan dalam satu hari listrik bisa padam berkali kali.

Continue reading

SIAPA BILANG JILBAB ITU WAJIB

“Kalau Syariat Islam di Aceh tidak berlaku lagi, apa yang akan kalian lakukan?” Tanyaku kepada sekumpulan anak SMA.

Pertanyaan itu saya lontarkan kepada siswa baru di sebuah sekolah. Waktu itu saya ditunjuk menjadi instruktur kelas sepanjang pelaksanaan masa orientasi sekolah. Saya sengaja mengutarakan pertanyaan yang sedikit sensitif guna merangsang mereka agar mau berdiskusi.

Continue reading