3 PENGHARAPAN di 30 TAHUN

Entah dari mana semua harus dimulai. Semua serasa diaduk. Sedih, bahagia, rasa gembira dan suka cita semua menjadi satu. Usiaku genap 30 tahun. Bagi sebagian orang menyebut usia seolah melakukan kesalahan fatal. Takut dianggap wajahnya terlalu tua dibandingkan umur. Yaah syukur syukur kalau dibilang “Ngak mirip kok, kayak masih 18 tahun”. Tapi kan mustahil.

Tapi bagiku menyebut umur adalah bagian dari rasa syukur. Mau tidak mau, suka tidak suka umur kan memang bertambah. Lalu mengapa harus ditutup tutupi. Semua akan berhenti kala masa itu tiba.

Memasuki usia kepala tiga rasanya wow sekali. Istri sering bilang “Ayah, ingat umur ya.” Kalimat pendek nan sederhana tapi dalem. Kadang kadang saya suka membela diri   “Baru mau 30 tahun kok dibilang tua.” Tapi kalau boleh memilih, usia boleh nambah tapi kerutan wajah harus ditunda. Sebab manisnya hidup kita yang tentukan. asseekk

Jika direnungi sudah banyak hal yang Tuhan beri selama 30 tahun terakhir ini. mulai dari lahir, tumbuh dan berkembang di keluarga Muchtar Ali Piyeung. Sebuah keluarga yang hangat, heboh, menenangkan sekaligus tempat curhat terbaik sepanjang masa.  Segalanya Tuhan titip dan berikan dalam keluarga besar ini. Besar, ya karena kami semuanya bersepuluh. Saya anak kedelapan. Tumbuh dalam keluarga besar adalah bagian dari cara Tuhan mendidik banyak hal. Mulai dari faham rasanya berbagi hingga kebiasaan mengantri.

Masalah pekerjaan, mungkin saya adalah orang pertama yang harus rutin sujud syukur. Merefleksikan rasa bahagia atas segala nikmat yang sudah diberi. Sedari kuliah saya mulai bekerja. Punya pendapatan sendiri. Tidak perlu repot minta uang jajan. Prinsipnya tidak bisa memberi ya jangan meminta apalagi menyusahkan.

Pada usia 21 tahun saya berkesempatan menjadi station manager di salah satu radio. Kantor Berita Radio Antero Banda Aceh yang kini tengah bersiap meluncurkan Antero TV. Kala itu radio baru saja didirikan. Semua dilakukan dari nol. Pengalaman disana saya terapkan saat menjadi program manager di Radio Seulaweut. Bahkan jauh sebelum itu, saya juga sudah bergabung di TVRI Aceh menjadi news anchor dan reporter.

Pernah juga bekerja di Export Development Center (EDC) bagian dari BRR NAD Nias. Sebuah lembaga yang mengurusi proses rehab rekon Aceh pasca tsunami 2004 silam. Menjadi dosen di IAIN Ar-Raniry, FISIPOL Unsyiah dan MJC [Mouharram Journalist Collage] sekolah mencetak para jurnalis baru.  Untuk urusan pekerjaan dan karir,  jalan itu selalu saja terbuka. Alhamdulillah.

Lalu bagaimana dengan persoalan cinta? Bagi banyak orang, masalah cinta adalah masalah yang rumit. Ternyata untuk masalah ini Tuhan memudahkannya. Saya menikah di usia 27 tahun. Bagi sebagian teman usia ini tak lagi muda untuk memutuskan berumah tangga. Soalnya kebanyakan teman teman menikah di usia 25 tahun. Bahkan ada yang menikah di usia 24 tahun.

Namun bagi teman teman di kantor usia ini terbilang muda untuk mengemban beban baru sebagai suami dan Ayah. Tapi itu tak menjadi soal. Toh semua sudah diatur segala sesuatunya oleh sang penguasa jagad raya.

Saya beruntung ditakdirkan menikahi seorang perempuan manis lagi sholehah. Tiga tahun sudah pernikahan itu kami jalani. Keluarga semakin sempurna karena kehadiran putri cantik  kami, Shumaila.

Sesuatu yang dilakukan karena rasa cinta, senang dan tanpa beban membuat waktu mengalir begitu cepat. Sama halnya dengan keluarga kecil kami. Hampir tiga tahun roda keluarga ini berputar dengan indah. Istri yang sabar, telaten mengurusi suami dikala sakit, tidak mengeluh, bersyukur dengan rezeki yang ada.

Begitula dengan Shumaila. Anak kecilku ini terus tumbuh besar menjadi gadis jelita. Di usianya yang belum genap dua tahun, Shumaila menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Pintar berdoa, bernyanyi dan ramah dengan banyak orang. Kata banyak orang Shumaila copy paste Ayahnya hehe.

 

3 Pengharapan di ulang tahun ke-30

Tuhan Maha pengasih lagi pemurah. Kita tau itu. Makanya meski sudah diberi nikmat seabreg, rasanya masih ada tiga permintaan yang ingin diijabah. Semoga terealisasi dalam waktu dekat. Doa yang diminta karena penghambaan dan mendetail biasanya lebih cepat dikabulkan.

 

  1. Bisa lanjut sekolah lagi.

Keinginan melanjutkan sekolah memang semakin menggebu gebu sejak tiga tahun terakhir. Berbagai beasiswa sudah di coba tapi belum ada yang nyangkut. Bahkan teman sudah pulang dari luar negeri  sayanya masih di sini.

Jika diizinkan sekolah lagi, ingin  lanjut ke studi yang sama dengan gelar sarjana. Yaitu pertanian. Mengapa bukan media atau komunikasi. Alasannya sederhana, ingin menjadi jurnalis yang mumpuni dan memahami persoalan pertanian. Supaya bisa mengawal kebijakan pemerintah yang pro para petani. [mulai kampanye]

Kalau tak bisa ke luar negeri, dalam negeri juga boleh. Pokoknya sekolah. Tahun ini harus sekolah.

 

  1. Nambah momongan.
keluarga kecilku

keluarga kecilku

Kalau punya anak lima bagaimana ya rasanya. Pasti seru. Punya anak  semuanya hafal Quran. Pekerjaannya sebagai pilot, desaigner, presiden, ketua MPR, pengusaha yang zakatnya besar. Mumpung saya dan istri masih muda [modus].

Tapi jika Tuhan berkenan ingin rasanya nambah momongan. Kalau tidak ada aral melintang mungkin mendekati akhir tahun nanti anak kedua kami akan lahir [insyaAllah]. Semoga istri dan calon si buah hati diberi kesehatan, keberkahan, segala urusan dipermudah, rezeki dilancarkan.

Memang sejak awal istri sudah mewanti wanti jika perempuan punya masa batas waktu untuk melahirkan. Ini bukan persoalan monopouse tapi usia kehamilan yang sehat. Istri masih dibawah 30 tahun. Artinya masih punya waktu 5-6 tahun lagi buat nambah momongan. Setelah itu sudah masuk usia “warning”.

Apalagi saya juga harus memperhatikan keinginan istri yang ingin juga melanjutkan sekolah spesialis. Peluang ini harus tetap saya berikan. Sebab dulu sebelum menikah poin ini sudah kami sepakati bersama.

 

  1. Jalan jalan ke luar negeri.

Selama 30 tahun ini sudah ada beberapa negara yang dikunjungi. Semuanya dibayar oleh negara. Ke Tiongkok tahun 2004 silam sebagai duta seni Indonesia. Sempat merasakan suasana Changi Airport dan Hong Kong meski cuma transit. Bahkan menapaki langkah di negeri atap dunia, Nepal, tahun 2012 lalu. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya bisa terbang ke negeri seribu kuil.

Meski begitu tentu masih ada negara yang ingin dikunjungi. Mekkah dan Madinah adalah dua kota suci yang ingin sekali dikunjungi. Syukur syukur bisa kesana dalam usia muda. Lebih maksimal buat beribadah.

Negara lain tentu saja Palestina dan mengunjungi baitul maqdis. Sujud di Masjidil Aqsa yang menjadi kiblat pertama umat Islam. Berangkat kesana tentu setelah Palestina merdeka.

Ingin juga melahap seluruh negara negara di ASEAN. Mulai dari Thailand, Vietnam, Laos, Kamboja, Myanmar [meski istri menolak pergi karena takut dengan junta militer], hingga negara Timor Leste. India, Pakistan, Bangladesh adalah tiga negara lainnya yang ingin dikunjungi.

Entah kenapa saya lebih tertarik dan tertantang untuk mengunjungi negara berkembang dibandingkan negara maju. Sepertinya negara negara berkembang lebih banyak menyediakan cerita dan kisah dibandingkan negara maju.

Tahun ini terbilang spesial. Ultah akan beriringan dengan pelaksanaa pemilu 2014. Anggap saja seluruh rakyat Indonesia turut merasakan kebahagiaan yang saya rasakan. Yang penting jangan golput. Bangsa ini harus lebih baik dari era sebelumnya.

30 tahun cerita itu dibentangkan. Entah berapa lama lagi sisa waktu yang Tuhan beri. Malu rasanya kalau masih saja menghitung nikmat Nya. Maafkan pula karena masih saja berani menakar segala rahmat dan kasih sayangMu.

Selamat Ulang Tahun Ariel!!

 ***

Banda Aceh, 07042014..

19 thoughts on “3 PENGHARAPAN di 30 TAHUN

  1. tulisan yang sangat bagus dan sangat inspiratif

    (tapi saya baca sampai habis lho, jangan dikira komen saya standard terus ngga baca hehe)

    dan, tulisan ini mengingatkan bahwa saya masih sangat mudaaaa,🙂

  2. Selamat ulang tahun ‘nak Ariel’ ; baru 30 th sudah begitu banyak yang dijalani dan patut disyukuri….semoga makin bertambah tambah dan tercapai semua yang diharapkan….lurus2 aja yaaa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s