SELAMAT JALAN PAK MAWARDI…

Tulisan ini sengaja saya buat untuk sekedar mengenang Walikota Banda Aceh Bapak Mawardi Nurdin yang meninggal dunia pada 8 Februari 2014 di RSUZA Banda Aceh .

**

(Alm) Mawardi Nurdin

(Alm) Mawardi Nurdin

Pukul 19.50 WIB saya mendapat kiriman BBM dari seorang teman. Isinya kabar duka meninggalnya Pak Mawardi Walikota Banda Aceh. Awalnya saya tidak menggubris bbm ini. Pasalnya sejak siang lalu lintas status di BB dan facebook plus twitter berselemak tentang kabar meninggalnya beliau. Bahkan sampai sampai Kabag Humas Pemko Banda Aceh turun tangan dengan mengirimkan rilis ke media khususnya media online. Bahwa kabar meninggalnya Pak walikota adalah hoax alias kabar burung semata.

Tapi kali ini, bbm tersebut membuat saya agak ragu. Apakah berita ini benar atau lagi lagi hanya fiktif semata. Melihat beberapa teman mulai memuat status di BB saya langsung memutuskan menelepon Kabag Humas Pemko Banda Aceh. Saya tidak mau menjadi corong kabar palsu. Menshared sebuah berita lalu ketika salah sekedar menghapusnya kembali. Tanpa peduli jika kabar itu telah tersebar kemana mana.

“Pak Wali ka geu peutinggai tanyoe” kata Pak Marwan Kabag Humas Pemko Banda Aceh.

Innalilahi wainnailahi raji’un. Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada Allah jualah kami kembali.”

Berkali kali saya pastikan apakah kabar itu benar atau tidak. Sampai sampai pak Marwan bilang kabar ini beliau peroleh dari anak Almarhum.

Setelah itu saya langsung mengabarkan kabar duka ini melalui akun facebook. Ternyata masih banyak juga yang tidak percaya. Mereka menganggap bahwa ini adalah kabar hoax lanjutan yang tadi siang. Saya lagi lagi berpikir inilah akibat tidak cermatnya kita mengabarkan sebuah berita kepada khalayak ramai. Yang sudah tersebar sulit untuk ditarik ulang.

Siapa Mawardi Nurdin

Mawardi Nurdin lahir di Sigli, 30 Mei 1954. Beliau adalah Walikota Banda Aceh periode 2007 hingga sekarang. Warga kota Banda Aceh memilih beliau sebagai Walikota selama dua periode. Sebelum menjabat Walikota Banda Aceh, lulusan ITB Bandung ini pernah menjadi Kepala Dinas di level propinsi. Pada tahun 2001 hingga 2003 Mawardi Nurdin pernah menjadi Kepala Bapedalda NAD dan kemudian ditunjuk sebagai Kepala dinas Perkotaan dan Permukiman Provinsi NAD pada tahun 2003 hingga tahun 2005.

Mendagri pernah menunjuk Mawardy menjadi Pejabat Walikota. Kala itu dirinya menggantikan posisi Syarifuddin Latief, Walikota Banda Aceh yang turut menjadi korban Dalam musibah tsunami 2004.

Menamatkan study master di University of New South Wales – Sydney pada 1992, membuat Mawardi Nurdin begitu memahami cara menata kota. Banda Aceh yang luluh lantak akibat gelombang Tsunami disulap menjadi kota yang indah. Tidak hanya indah, Mawardi juga berhasil menempatkan Banda Aceh sebagai kota terbersih dengan memperoleh penghargaan adipura. Selama dirinya menjabat sebagai walikota, Banda Aceh memperoleh Adipura sebanyak empat kali pada tahun 2009, 2010, 2012 dan 2013. Torehan ini melanjutkan prestasi sebelumnya di 1995 dan 1996. Bahkan Dalam beberapa tahun terakhir, Banda Aceh merupakan satu-satunya kota di Aceh yang meraih Adipura ini.

Sadar akan potensi yang dimiliki Banda Aceh, mawardi Nurdin bersama jajarannya mengkampanyekan tahun kunjungan wisata. Visit Banda Aceh– the spiritual destination city- adalah judul yang digaungkan di dalam negeri hingga ke mancanegara. Wajah Banda Aceh di make over. Sungai –krueng Aceh- yang membelah kota di bersihkan. Bahkan agar krueng Aceh tetap bersih, dirinya memerintahkan agar semua bangunan yang berada di tepian wajib menghadap ke sungai. Alasannya jika membelakangi maka limbah rumah tangga akan langsung mengalir ke dalam sungai.

Selain itu taman yang gersang di hijaukan kembali. Taman sari yang berada di pusat kota adalah buktinya. Kini taman tersebut menjadi lokasi alternatif bagi warga untuk berkumpul bersama keluarga. Bahkan lokasi ini juga kerap dijadikan sebagai pusat kegiatan termasuk pengajian rutin yang dilakukan oleh Pemko Banda Aceh setiap jumat pagi.

Dalam hitungan tahun Banda Aceh memiliki sejumlah gedung yang kemudian menjadi landmark kota. Banda Aceh dalam sekejap menjadi Kota tujuan wisata.

Banyak prestasi lain yang ditoreh oleh Mawardi Nurdin dan jajarannya. Mulai dari pelayanan publik –layanan satu pintu- hingga prestasi Banda Aceh yang memperoleh penghargaan WTP (wajar tanpa pengecualian) dari BPK sebagai indikator baiknya pelaporan keuangan daerah.

suasana duka di rumah Almarhum (taken from facebook)

suasana duka di rumah Almarhum (taken from facebook)

Tapi kini tugas bapak Mawardi Nurdin sebagai walikota harus berakhir. Allah memanggilnya dalam usia ke 60 tahun. Sakit ginjal yang dideritanya sejak lama menjadi penyebab utama. Kini warga kota hanya bisa mengenang beliau melalui prestasi yang beliau toreh selama memimpin kota ini. Selamat jalan Pak Mawardi. Semoga Allah memelukmu erat di sana.

08022014-21.35 wib

10 thoughts on “SELAMAT JALAN PAK MAWARDI…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s