PAKAI SMARTPHONE TAPI BODOH

pengguna smartphone (taken from tribunnews.com/)

pengguna smartphone (taken from tribunnews.com/)

Tekhnologi itu memudahkan. Bahkan benar benar memudahkan. Tentu saja tekhnologi komunikasi zaman sekarang tidak bisa dibandingkan dengan zaman dulu.
Saya ingat betul ketika masih kecil. Kalau ada saudara yang meninggal, informasi itu harus dikabarkan dari pintu ke pintu. Bayangkan berapa banyak waktu yang kita butuhkan untuk menyampaikan kabar duka tersebut.


Makanya dulu di kampung kampung ada sistem komunikasi yang memakai media pentungan. Waktu duduk di sekolah dasar dulu, memang ada materi pelajaran IPS khusus belajar mengenai cara menggunakan pentungan. Berapa kali pukulan untuk mengabarkan berita kematian. Atau berapa kali pukulan untuk mengabarkan adanya kebakaran.
Tapi tentu saja sistem itu sudah lama ditinggalkan. Kini dengan semakin canggihnya tekhnologi, komunikasi pun semakin efektif. Berita kematian, kelahiran atau apapun itu akan tersebar dengan cepat. Bahkan kini dengan adanya smartphone berita apapun dapat dibaca dan dishared ke seluruh dunia saat itu juga.

Kita tau smartphone dilengkapi banyak fitur yang terkoneksi dengan jejaring sosial seperti facebook, twitter dan path atau yang lainnya. Sebuah berita dan informasi bisa tersebar dengan cepat cukup dengan sekali klik.
Saya sengaja membedakan antara berita dan informasi. Disekeliling kita banyak informasi yang beredar. Tapi itu belum tentu bisa kita sebut sebagai berita. Namun sebaliknya, berita yang beredar sudah otomatis menjadi informasi. Artinya berita itu adalah informasi yang memiliki nilai penting dan menarik bagi khalayak. Sayang banyak orang yang tidak memahami hal ini. Makanya kenapa kabar burung alias hoax bisa dianggap berita, dan dengan bangga dishared ke banyak orang.
Kenyataanya mereka yang menggunakan smartphone belum tentu smart alias pintar. Dari begitu banyaknya fitur yang tersedia berapa banyak yang menggunakan atau mendownload fitur news untuk mengupgrade pengetahuan. Jangan jangan smartphone yang kita miliki hanya dipenuhi oleh fitur fitur tidak penting. Misalnya game [oke mungkin ini bisa perdebatkan karena sangat subjektif]. Tapi kalau jumlah fitur game lebih banyak dibandingkan fitur “bermanfaat” lainnya tentu ini sulit dipahami.
Coba cek smartphone yang kita beli hingga jutaan rupiah itu, Sudahkah memberi manfaat? Jangan jangan fitur edit foto malah lebih banyak. Lebih ironis beli smartphone mahal tapi tidak faham cara menghidupkannya.

ilustrasi smartphone (taken from google)

ilustrasi smartphone (taken from google)

Seperti yang saya sampaikan diatas, kita sering mengirim berita hoax kepada orang lain. Bagi pengguna BlackBerry alias BB, kita pasti sering menerima BBM yang tidak penting. Misalnya BBM tentang harus mengirim pesan tertentu supaya data di BB kita selamat. Atau yang paling aneh itu ketika ada BBM yang berbau agama yang katanya wajib di shared supaya tidak kena sial pada tiga hari kemudian. Namun menurut saya yang paling memprihatinkan itu ketika kita menyebar berita kematian seseorang, padahal orang tersebut sehat sehat saja atau sedang berjuang di ICU untuk tetap bertahan hidup.
Orang macam apa kita ini? Terdidik tapi tidak terdidik. Begitu cepat mengabarkan sebuah informasi agar bisa dianggap terdepan. Padahal semua ini bisa berakibat fatal. Kita mengabaikan pesan agama yaitu tabayyun alias cek dan ricek. Memastikan setiap berita itu memang berdasarkan fakta bukan analisa.
Memang semua kembali ke pribadi masing masing. Latar belakang membeli smartphone juga hanya bisa dipahami oleh si pemilik smarphone itu sendiri. Bisa jadi kita membeli smartphone hanya sekedar gengsi, atau supaya bisa disejajarkan di dalam pergaulan. Syukur syukur smartphone yang kita beli supaya mendukung pekerjaan kita. Tapi harus dipahami membeli smartphone bukan berarti bahwa kita ini smart!

5 thoughts on “PAKAI SMARTPHONE TAPI BODOH

  1. iya dong, se smart2nya smartphone tetap kita harus lebih smart..belinya pake uang hasil kerja, ya si smartphone harus kerja lebih keras buat balikin modal..mba selalu paling ketinggalan soal ngikuti gituan*pake sampe jebol baru ganti*, yang bawahan2 mba jauh lebih canggih2 tiap minggu ganti warna,tiap keluar baru trade in dulu2an… sapa yg lebih smart ya? hahaha

    • hahha beberapa hari lalu di banda aceh heboh. walikota diisukan meninggal dunia. semua orang uda update status duka cita pake nangis segala. eh orang nya masih hidup di Rumah sakit. meski malamnya walikota beneran meninggal. makanya aku bingung, pake smartphone tapi kok ngak smart cara make nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s