IRONI FOGGING

Seorang perempuan paruh baya berdiri di teras depan rumahku. Dia tetanggaku yang tinggal di belakang rumah. Dari wajahnya tampak jika Ia sedikit panik dan agak tergesa gesa. Rupanya dia meminta istriku untuk datang memeriksa keluarganya. Istriku seorang dokter. Dia kerap dimintai tetangga jika ada yang sakit atau butuh perawatan tiba tiba.
Setelah istriku pulang dari nya aku tau jika seluruh penghuni rumah tetanggaku itu sakit! Bahkan diantara mereka terpaksa di rawat di rumah sakit. Mereka di diagnosa terkena Chikungunya.


Sejak kejadian itulah saban jumat pagi komplek kami dihujani asap fogging. Aku termasuk orang yang tidak suka jika rumah di fogging. menurutku asapnya bisa mengganggu pernafasan. Alasan lain karena anakku Shumaila masih berusia satu setengah tahun. Pertimbangan lain ya itu, repot!  Pindahin makanan, nutupin sumber air bersih. Apalagi yang pernah aku dengar fogging tidak membuat nyamuk mati melainkan resisten. Entah iya..

Makanya pernah suatu hari ketika tim fogging datang, aku buru buru mengunci pintu pagar. Akibatnya petugas tidak bisa masuk dan rumah ku bebas asap. Waktu itu cuma ada aku. Jadi aku tidak perlu merasa bersalah dengan keputusan ini. Kalaupun ada, paling dengan si abang petugas yang gagal menjalankan amanah negara .
Tapi peristiwa seperti itu cuma terjadi sekali. Pada kunjungan lain rupanya mertuaku berada di depan rumah. Dan tentu saja dengan ramah mempersilahkan petugas masuk. Pagar yang sempat ku kunci, dibuka. Dengan sigap petugas pun masuk dan beraksi. Aku mengevakuasi anak dan istri ke lantai dua. Kata petugas semua penghuni rumah harus keluar. Tergopoh gopoh mereka turun dan berhamburan ke jalan. Aksi mereka dengan menggunakan masker layaknya bagian adegan film perang timur tengah.

asap fogging (taken from globe journal)Dalam sekejap asap memenuhi semua ruangan. Dapur, kamar mandi, ruang tamu termasuk kamar tidur. Tidak terkecuali ruang makan. Syukur makanan sempat aku masukkan kedalam kulkas. kepulan asapnya juga memenuhi jalanan. Sebarannya mengalahkan asap dari pembakaran sampah tetanggaku yang kerap dilakukan menjelang magrib. Kami berdiri di depan rumah. Pasrah.
Menunggu asap menipis dan menghilang membutuhkan waktu yang cukup lama. Putri kecilku bahkan terpaksa aku ungsikan ke Mesjid terdekat. Aku minta Mak Cik nya mengantarnya kesana. Meski di alam terbuka namun disini udara nya pengap. Apalagi panasnya cukup terik. Aku dan istri memilih duduk di bawah pohon mangga di depan rumah. Pohon menghasilkan oksigen. Setidaknya cukup untuk kami berdua. Kami tidak boleh mengungsi terlalu jauh apalagi rumah tidak boleh kosong.
Karena sejak pertama aku tidak begitu menyukai fogging. Maka seluruh pintu dan jendela aku buka lebar lebar. Padahal SOP nya asap harus dibiarkan lebih lama di dalam rumah. Supaya memberi dampak yang lebih masif.  Tapi aku malah memilih menghidupan kipas angin agar semua nya cepat selesai.
Setelah kondisi normal, seluruh penghuni rumah masuk. Tapi tidak untuk putri kecilku. Neneknya membawa Shumaila ke rumah tetangga yang bebas dari asap fogging. Rumah tersebut tidak masuk dalam daftar rumah yang harus di fogging. Meski jarak rumahnya dekat sekali dengan rumah kami.
Saat kami masuk, banyak serangga dan nyamuk tergeletak tak lagi bernyawa. Mereka gagal menyelamatkan diri.  Meski demikian sebagian lainnya masih terbang bebas. Aku berpikir nyamuk yang masih bisa terbang ini apakah sudah resisten atau pendatang baru yang masuk saat pintu rumah kubuka? Hanya Tuhan yang tau…

4 thoughts on “IRONI FOGGING

  1. iya, orang yang kena fogging udah sesak napas, nyamuknya masih banyak aja….terus bercak2 solarnya itu lhooo….lengket dilantai dan dimana mana duuuuuh…

  2. Saya juga tidak suka jika rumah difogging..rumah flat walau dikunci pagar ..petugas akan sembur dibawah pintu n tingkao tingkap..
    .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s