ANDAI ENENG PUNYA UANG 50 MILIAR

Image

Ilustrasi buang buang duit. (picture taken from gsyfutu.com)

Mulut Eneng menganga lebar ketika membaca headline dari sebuah surat kabar. 50 Miliar diusulkan melantik seorang yang dianggap spesial di negeri ini. Pikiran Eneng menerawang teringat dengan Mak dan Ayah di kampung. Hidup mereka susah. Dapat uang kalau hanya musim panen tiba. Itupun habis untuk beli dan bayar ini itu.

“Len baca deh ini berita. Sakit ati kita dibuatnya” Eneng menyerahkan koran itu ke Lensi Manajernya. Lensi hanya melihat koran dari ujung matanya.

“Berita politik lu baca. Sakit jiwa entar. Mereka emang udah ngak sehat pikirannya. Boro boro mikirin rakyat mikirin diri sendiri aj ngak pernah cukup”

“Lu len kalo punya duit sebanyak itu mau buat apa?” Eneng bertanya kepada Lensi yang masih serius menyusun jadwal manggung Eneng.

“Ogah ah mimpi ketinggian. Nah elu gimana kalo dapat duit sebanyak itu?” tanya Lensi balik.

Eneng termenung. Khayalannya mulai menari. Sebagai selebritis yang namanya tengah melejit, Eneng sadar uang sebanyak itu nilai nya gede banget. Eneng pun mulai berandai andai jika dia memiiki uang sebanyak itu mau dipakai buat apa.

Iseng iseng Eneng mengambil secarik kertas, pulpen untuk menulis beberapa kebutuhan dan keinginnan yang dapat dia raih dengan uang  50 miliar. Selain itu Eneng juga tidak lupa mengambil kalkulator buat menghitung.

Kalo punya uang sebesar itu yang pertama Eneng lakuin adalah ngeluarin zakat. Karena Eneng ingat pesan Mak dan Ayah jika dalam harta kita ada harta orang lain. Maka Neng harus ngeluarin zakat. Tapi Neng mau zakatnya ngak cuma 2,5 persen. Tapi lima persen! Itu termasuk dengan sedeqah.

Tak tik tak tuk, jari Eneng lincah memencet angka angka di kalkulator. 250 juta rupiah! Wow Eneng takjub melihat angka yang besar itu. Eneng berpikir kalo uang zakat ini digunakan untuk membangun rumah fakir miskin di kampungnya pasti bisa dapat banyak.  Apalagi buat modal usaha. Kalo satu orang dikasih modal lima juta rupiah maka bisa menghasikan 25 pengusaha baru dikampungnya. Kalo mereka sukses pasti kampung Neng ngak miskin lagi kayak sekarang.

Kemudian Eneng mulai menghitung lagi. Sisa uang setelah dipotong zakat adalah 47 koma lima miliar rupiah. Masih banyak juga sisa uangnya.

Keinginan Eneng berikutnya adalah menghajikan kedua orang tua dan adik adiknya. Total mereka ada enam. Jika naik haji dengan ONH plus masing masing kena biaya 70 juta rupiah. Soalnya kurs nya lagi tinggi makanya ongkos naik hajinya mahal. 70 juta dikali enam totalnya 420 juta rupiah. Wah sisanya masih banyak juga.

Ok Eneng mulai berpikir keras, uang sisa ini kalo dibuat rumah buat Ayah sama Mak mungkin bisa berkurang banyak. Kalo beli tanah ukuran 500 meter di kampung sebelah pasti angkanya besar. Eneng kembali mengutak ngatik kalkulator yang biasa dipakai Lensi manajer nya.

“kalo satu meter harganya 200 ribu trus beli 500 meter berarti 100 juta. Bangun rumah sama kolam renang abis 350 juta. Totalnya 450 juta” Eneng geleng geleng kepala. Kok ngak abis abis ya duitnya.

Neng coba menghitung lagi berapa dana yang dibutuhin jika beli sawah buat Ayah. Satu petak sawah harga di kampung 150 juta Maka Eneng beli  10 petak sawah. Totalnya 1, 5 miliar. Oke jumlahnya lumayan. Kalo semuanya dihitung totalnya belum sampe tiga miliar!

“Agghhkkhhh” Eneng berteriak . Lensi yang tengah asik ikut terperanjat.

“Lupa napa Neng?” tanya Lensi

“Kok duitnya ngak abis abis ya, gede banget jumlahnya” kata Eneng sambil memegang kepalanya.

Dengan diplomatis Lensi mengatakan “Neng, dari pada kamu sibuk urus duit yang ngak jelas, mending kamu hibur deh Bapak Bapak itu tujuh hari tujuh malam. Soalnya mereka suka suaramu. Sapa tau kamu kecipratan satu miliar”

Neng memelototi ujung tangan lensi yang menunjuk sebuah foto yang terdapat di koran itu. Disana ada kumpulan Bapak Bapak  yang sedang duduk mengikuti rapat.

**

3 thoughts on “ANDAI ENENG PUNYA UANG 50 MILIAR

  1. Kalau saya, maunya sih pertama-pertama langsung rancang mau buat Yayasan untuk Panti Asuahan saya sendiri, cari yang deket rumah biar saya gak jauh-jauh. Setelah itu baru deh saya bawa pulang ke kampung, benerin masjid dan juga bahagiain orang tua, bantu saudara yang kurang beruntung di pendidikannya.

    Saya sisahin 2 M saja buat pribadi, toh saya masih bekerja🙂

    Mimpi ya…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s