ALTAF TEMAN ASAL KASHMIR

Selama berada di Kathmandu Nepal, aku tinggal di Hotel Himalaya. Disini aku berkenalan dengan seorang teman yang baik hati asal Kashmir. Tapi sebelum nya aku akan sedikit memberi pengantar tentang Hotel yang aku tinggali selama berada disana.

Nama Hotelnya Himalaya. Mungkin diambil dari nama pegunungan tertinggi di dunia yang terbentuk dari gempa kuat yang mengguncang Nepal berabad abad lalu. Hotel ini dibangun pada tahun 90an dengan taman yang luas. Di belakang Hotel terdapat semacam kuil kecil yang sering digunakan para tamu maupun pekerja Hotel untuk sembahyang. Di dekat Kuil ada anak tangga yang menghantarkan tamu menuju sebuah taman bunga. Tapi sayang tamannya terkesan kurang di rawat.

Kuil yang berada di belakang Hotel Himalaya

Kuil yang berada di belakang Hotel Himalaya

Seperti halnya Hotel yang lain, Himalaya Hotel memiliki lobi yang luas. Ada tiga toko yang berada dalam lobi Hotel. Ketiganya menjual souvenir khas Nepal. Mulai dari patung, baju, pernak pernik buatan tangan warga setempat hingga bebatuan yang harganya selangit. Khusus toko terakhir aku cuma masuk untuk cuci mata tapi pasang gaya ala orang kaya. Moga aj yang jualan batu kagak emosi hehe.

Selain itu Hotel ini juga memiliki Restoran yang terhubung dengan halaman belakang yang luas, berumput hijau dan bunga berwarna warni. Di taman ini juga ada kolam renang yang air nya sedikit keruh. Untuk masalah ini aku tidak tau persis apakah kolam renangnya jarang dibersihkan atau air di  Kathmandu yang memang keruh. Soalnya negeri ini berada di atap dunia. Jadi untuk menemukan sumber air sepertinya cukup sulit.

pekerja Hotel yang sedang bersembahyang

pekerja Hotel yang sedang bersembahyang

Nah disalah satu toko itu aku bertemu seorang pekerja asal kashmir. Namanya Altaf. Tubuhnya setinggi aku kisaran 170an cm, kulitnya putih dengan perawakan wajah ala ala arab. Bahasa inggris nya bagus dan sangat religius.

Suatu hari  Aku pernah dibuat kaget olehnya. Ini terjadi dua hari setelah aku menginap di Hotel Himalaya. Waktu itu aku belum mengenalnya. Interaksi kami hanya sekedar senyum, saling sapa yang penuh kesan basa basi dan sesekali dia mengundangku untuk masuk ke tokonya.

Aku terkejut ketika dia mengucapkan salam kepadaku. “Assalamualaikum”. Aku yang terperangah menanyakan bagaimana dia tau jika aku seorang muslim. Altaf menjawab jika temanku asal Malaysia yang memakai jilbab sebagai tanda jika kami adalah muslim. Aku mengangguk takjub. Hebat juga insting anak kashmir ini. Saat itulah hubunganku dengan Altaf semakin akrab.

Jika aku dan teman teman ke tokonya, Banyak hal yang sering kami perbincangkan dengan Altaf. Mulai dari kondisi Kashmir, perkembangan masyarakat disana hingga alasan Altaf hijrah mencari peruntungan di Nepal.

Untuk pertanyaan terakhir dia menjelaskan jika waktu itu Kashmir sedang bergejolak. Dia memutuskan berangkat ke Nepal karena ditempat tinggalnya mencari pekerjaan sulit. Dan ternyata imigran asal kasmir memang banyak berada di Nepal. Ketika kutanya apakah Kashmir sekarang masih seperti dulu bergejolak. Altaf dengan diplomatis menjawab jika Kashmir kini semakin baik dan berharap Kasmir menjadi negara merdeka. Tidak menjadi bagian India dan Pakistan.

Altaf sedang menikmati santap siang usai kami melaksanakan shalat jumat

Altaf sedang menikmati santap siang usai kami melaksanakan shalat jumat

Altaf adalah sosok yang baik. Dia yang menemaniku untuk shalat jumat. Dia pula yang mengajakku menikmati makan siang di sebuah warung halal yang dikelola oleh pengusaha muslim. Dan yang tidak kalah penting dia pula yang memberi harga miring buat sovenir yang dijual di tokonya. Untuk yang satu ini , big bos nya ngak tau hehhe.

Ketika hari terakhir di Kathmandu aku harus check out dari Hotel pada siang hari. Sedangkan penerbangan akan dilakukan malam hari. Mengisi waktu aku memilih untuk menunggu di lobi Hotel. Ketika jam makan siang tiba, Altaf memanggilku untuk makan siang di tokonya. Serta memberi ruang agar aku bisa shalat meski big bossnya berbeda agama dengan kami. Tapi big bossnya memang baik. sebelum pulang ke tanah air aku dihadiahi nya post card bergambar Gunung Himalaya.

Post Card hadiah big boss nya Altaf

Post Card hadiah big boss nya Altaf

Dalam kesempatan terakhir itu dia menyampaikan keinginan untuk kembali ke Kashmir dan menikahi gadis pujaan nya sekaligus mengundangku kerumahnya. Bertemu Ibu dan keluarganya yang ramah. Katanya kalo ke kashmir aku akan diberi kamar yang bagus karena aku adalah teman baiknya. Aku mengaminkan jika suatu saat akan menginjakkan kaki ke Kashmir.

Terakhir sebelum berpisah kami saling memberi nomor handphone. Tapi sayang no itu kini sulit di hubungi. Aku kehilangan kontak dengan Altaf. Aku berharap dia kini kembali ke Kashmir. Membangun negerinya bersama istri dan anak anak tercinta.

**

7 thoughts on “ALTAF TEMAN ASAL KASHMIR

  1. Seharusnya bertukar alamat email.

    Saya juga kehilangan seorang teman baik di salah satu negara Asia, untuk saat ini berjalan-jalan kesana kayanya gak mungkin tapi sungguh merindukan sahabat lama yang jauh dan kita tidak tahu bagaimana mencarinya itu terkadang sampai terbawah mimpi.

    • Kalau masalah jilbab insyaAllah ngak masalah. Karena saya punya teman asal malaysia pakai hujan juga. Selama di sana aman sentosa. Kalau makanan halal itu yg agak sulit. Tapi ada sih

  2. saya jg punya teman orang nepal yg dah 7 th gak ketemu , smg alamat yg dia berikan bisa dicari disana. ktnya di daerah laxmi bazar gorkha

  3. Pingback: Arielogis | Shalat Jumat di Negeri Atap Dunia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s