CERITA ENENG (2)

“Eneng mau ulang tahun nya dirayain sederhana. Eneng ngak mau foya foya. takut mubazir. lagian neng kan orang biasa dan bukan orang gila. masa sih cuma buat acara yang kurang penting aj Eneng harus ngeluarin duit 50 Miliar”

blitz kamera terus menghujam wajah Eneng yang baru selesai manggung acara konser dangdut tujuh hari tujuh malam. Eneng tersenyum manis ketika blizt kamera menghujamnya. Sesekali ia melambaikan tangan sambil meliuk-liuk. Tak peduli saat itu masyarkat dan wartawan memadatinya.

“Permisi, Eneng mau lewat,” Eneng berniat mau pergi. tapi jalur makin padat. kerumunan orang makin ramai. Eneng terdesak, ia mencba melawan arus. massa makin padat.

“Ya Tuhan, padahal inikan cuma pers confrence, kenapa udah kayak naik haji,” tolonggg Eneng, tolonggg Eneng…” Eneng meraung-raung sambil tergepar-gepar di lantai sambil merangkak di dinding. Lidahnya sesekali keluar. Kamera wartawan terus menghujamnya. Warga yang lihat menjadi heran.

“Hei, si Eneng berubah! Eneng berubah!” Eneng tidak peduli. dia terus merangkak di dinding dan meraung raung.

Security datang mengamankan Eneng yang sudah berubah menjadi siluman harimau. seorang dokter hewan yang juga datang dalam temu pers itu akhirnya menyuntik Eneng hingga terdiam. awalnya mereka kira Eneng pingsan. ternyata Neng meninggal!!

“TIDAAAKKKKKKKK!!!!”  tiba-tiba dari kerumunan massa seseorang datang sambil berteriak histeris, Oneng. Dia adalah kembaran Eneng yang telah lama tertukar sejak ribuan tahun lalu. Oneng tak menyangka adiknya yang sedang berulang tahun bisa meninggal mengenaskan.

Oneng melihat dengan mata kepala sendiri, bagamana tubuh Eneng mengerikan. Matanya melotot. pipinya bengkak sebelah. rambutnya hangus dan lidah menjulur keluar masuk keluar masuk.

“Neng, kamu kenapa????” Oneng menguncang tubuh adiknya. Nanar ia menatap penjuru massa yang berkerumun. “kalian pelakunya?! ngeh?? RASAKAN PEMBALASANKU!! HIAAATTTTTTTTTTT!!!!” Oneng terbang ke langit. dikeluarkan jurus kaki seribu yang sempat ia belajar di saur sepuh…

Dokter hewan tidak tinggal diam, jurus infus darah kuda dikeluarkannya. CHHUIIIIIIAATTTT …. oneng tergeletak tak berdaya. Darah kuda yang mengenai tubuhnya membuat oneng hilang kekuatan. sesekali tampak nafas oneng terengah engah. antara asma kambuh atau kehausan.. seorang ibu datang membawa air. BBRRUUAAARR .. oneng sadar.

“Apa ini?” kata Oneng. ia tergagap ketika melihat ibu-ibu di depannya. lamat-lamat ia perhatikan, sepertinya ia mengenal wanita di depannya itu. “Kaammuuu… Mantili?” wanita di depan itu terkekeh lebar. sejumput kulit cabe tersangkut di sela giginya.

“Hahahhahaa… aku adalah MANTILI!!” rasakan pembalasanku!! “HIAAAAATTTTTTTT” Mantili terbang sambil melempar baskom. Oneng menangkis dengan jurus payung lebar. massa melihat menganga dengan mulut terbuka.

pertarungan berlangsung sengit. sesekali Mantili terjatuh. tapi kemudian berhasil memberikan pukulan balasan. Oneng terjungkir hingga kakinya mengenai knalpot motor dokter hewan tadi.

“Haiii pak, kalo markir motor jangan sembarangan dong. ngak liat apa orang lagi berantam”.

Dokter hewan terperanjat. sekali lagi dia mengeluarkan infus darah kuda. tapi kali ini gagal. tendangan maut Oneng membuat cairan itu masuk kedalam mulut nya sendiri. dokter hewan berubah menjadi srigala!!

Mantili melarikan diri. karena belum bayar gorengan yang dibelinya tadi

tiba-tiba Ibu gorengan datang, ia baru sadar Mantili belum bayar gorengan. Dengan emosi ia menyiram minyak panas ke muka Mantili.

“Rasakan ini!! bruurrr…”

Mantili meraung-raung. “tidakkk.. tidakkk.. mukaku…..” semenit kemudian Mantili berubah menjadi gadis desa buruk rupa. Ia minder dan mengurung diri di kamar sepanjang hari. Frustasi, dia loncat-loncat di dalam kamar. Karena berisik, Ibu memasung Mantili di kandang ayam. Mantili gila dan akhirnya meninggal!

Eneng dan Mantili akhirnya bertemu di alam barzah. mereka disiksa karena meninggalkan shalat dalam hidupnya.

“tidak sembahyang, tidak puasa. di alam kubur mendapat siksa…” Oneng dan Ibu penjual goreng bersenandung.

**

2 thoughts on “CERITA ENENG (2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s