LIPUTAN HAJI YANG MENGGETARKAN

Image

Pesawat Garuda Indonesia yang markir di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda

Tiap kali musim haji tiba, ruang redaksi TVRI Aceh mulai grasak grusuk. Mengurus kartu identitas crew supaya bisa ngeliput setiap kegiatan hingga menyusun daftar tugas liputan baik di Asrama Haji maupun di Bandara.

Sejak bergabung di bagian pemberitaan TVRI Aceh, aku sudah beberapa kali meliput pemberangkatan jamaah haji menuju tanah suci. Biasanya aku termasuk yang getol pingin liputan baik itu pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji asal Aceh. Ngak tau kenapa. Untuk yang satu ini liputannya terlalu emosional. Apalagi jika meliput sampai ke Bandara trus ngeliat pesawat yang ngangkut jamaah lepas landas. Kalo bener bener dibawa ke perasaan, air mata bisa netes. Terharu.

Aku jadi teringat ketika Ibu dan (Alm) Nenekku berangkat haji tahun 1997 lalu. Waktu itu mereka  masih diberangkatkan melalui Polonia Medan. Setelah sesi pamitan di Rumah yang  diwarnai isak tangis,  keluarga mengantar Ibu dan (Alm) Nenek ke Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Disana sudah berjejer bus bus yang akan mengantarkan jamaah ke Medan. Sekali lagi keluarga yang mengantar jamaah menangis melepas kepergian sanak saudara ke tanah suci. Begitu juga dengan jamaah yang berada dalam bus, mereka juga menangis. Melambaikan tangan kepada sanak saudara yang ditinggalkan. Berharap dapat kembali sebulan kemudian dengan gelar haji mabrur.

Tapi Sejak tahun 2000 jamaah haji Aceh tidak perlu lagi berangkat ke Medan Sumatera Utara untuk diterbangkan ke Jeddah. Cukup di Aceh saja . Hal ini berkat restu dari mantan Presiden Bj Habibie yang kala itu menyetujui akan membuka kembali penerbangan dari Aceh menuju Jeddah untuk pemberangkatan jamaah pada musim haji. Sejak saat itulah syiar pemberangkatan jamaah haji semakin terasa di Aceh.

Untuk urusan liputan haji, Aku termasuk kekeh jika meliput haji tidak hanya cukup di Asrama Haji nya saja. Tetapi harus sampai ke Bandara dan menyaksikan pesawat take off hingga menghilang di langit Aceh. Jika liputan hingga ke Bandara biasanya kami difasilitasi mobil oleh panitia haji. Nah dari dalam mobil itulah aku dapat melihat jelas syiar haji di Aceh yang masih begitu kental.

Salah satu moment yang cukup menggetarkan adalah ketika melihat masyarakat yang berbondong bondong memadati kanan kiri jalan untuk memberikan lambaian terakhir. Mereka yang semula duduk atau sibuk mengerjakan aktifitas lain, ketika mendengar suara talbiyah dari mobil pengeras suara buru buru ke sisi jalan. Menyampaikan dan menitipkan doa agar dapat juga melangkahkan kaki ke Tanah Suci suatu hari nanti. Masyarakat berkumpul mulai dari depan Asrama Haji hingga Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda.

Sesampai di Bandara mobil petugas dan rombongan bus milik jamaah haji langsung menuju pintu gerbang yang terletak di samping Bandara. Karena para calon Jamaah haji tidak masuk ke dalam pesawat melalui terminal keberangkatan melainkan langsung diarahkan ke bagian yang dekat dengan landasan pacu. Mungkin supaya tidak mengganggu penerbagan reguler. Disana pesawat milik Garuda Indonesia sudah siap untuk menerbangkan jamaah. Kali ini pesawat yang disewa Garuda berapasitas 440 orang.

Prosesi menaikkan jamaah ke dalam pesawat diawali dari jamaah yang sakit atau uzur. Ambulance parkir di dekat pesawat. Kemudian jamaah yang sakit dituntun oleh petugas medis dan dinaikkan ke dalam pesawat secara bergiliran. Baru setelah itu dilanjutkan dengan jamaah haji yang lain. Bus yang ditumpangi para jamaah telah diberi tanda khusus “ IMMIGRATION CLEARANCE”. Artinya semua jamaah yang berada di dalam bus sudah melalui tahapan pemeriksaan yang ketat oleh pihak imigrasi ketika di Asrama Haji.

Sejumlah jamaah yang hendak masuk ke dalam pesawat aku perhatikan masih menyempatkan diri untuk menelepon keluarganya yang menunggu di luar Bandara. Mungkin Ingin memastikan posisi mereka dimana. Waktu menapaki anak tangga menuju kedalam pesawat para jamaah untuk terakhir kalinya kembali melambaikan tangan yang sudah dibalut kain. Ada kain yang berwarna kuning, merah, biru dan berbagai warna lainnya. Seakan itu menjadi penanda bagi keluarga yang menatap dari jauh. Bagi keluarga yang dapat melihat penanda itu tentu saja memiliki arti yang mendalam.

Moment mengharukan lainnya adalah ketika jamaah yang berkomat kamit memanjatkan doa hingga menembus langit. Setiap melangkahkan kaki, doa itu semakin kuat dipanjatkan. Tidak begitu jelas doa apa yang diucapkan, karena terlalu lirih. Kami juga melakukan yang sama, meski kami tidak saling mengenal.

“Mak , Ayah sehat sehat ya, semoga haji nya mabrur” ucapku pada mereka yang dibalas dengan senyuman.

Image

Jamaah Haji asal Aceh di dalam Maskapai Garuda Indonesia Boeing 777-300

Ketika seluruh jamaah haji sudah berada dalam pesawat. kemudian prosesi take off dipersiapkan. Pesawat berbadan lebar itu melaju di atas runway sepanjang 3000 meter untuk mengambil posisi. Sekali lagi saat pesawat dengan kecepatan tinggi melaju, kalimat talbiyah kembali di hantarkan melalui mobil pengeras suara. Suara itu terdengar hingga ke keluarga yang menunggu di luar Bandara sana. Lambaian tangan kembali dihadiahkan untuk sanak keluarga yang akan berjuang di tanah suci.

Butiran air mata pun menetes, tidak hanya para keluarga jamaah termasuk kami para petugas yang berada dekat dengan pesawat yang telah lepas landas. Liputan haji bukan sekedar menjalankan rutinitas pekerjaan seperti biasanya. Ada getaran yang timbul tiap kali mendengar talbiyah dikumandangkan.

Labbaik Allah humma labbaik

Labbaik la sharika laka labbaik

Innal hamda

Wan-ni’mata

Lakawalmulk, Laa sharika lak.

**

01102013- vip lantai 2 mata ie

5 thoughts on “LIPUTAN HAJI YANG MENGGETARKAN

  1. Pingback: Arielogis | GAGAL NAIK HAJI SESAAT PESAWAT HENDAK TAKE OFF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s